Ternyata ini yang Bikin Aturan moto GP Berubah?
Views
1.2M
Likes
16K
Speed /h
46K
+24h
+913K
Views over time
Last 7 days of our snapshots.From the YouTube record
Fields of the video as the YouTube API returns them.
- Published
- Oct 1, 2026, 11:11 AM
- Duration
- 0:10
- Category
- Education
- Audio language
- Indonesian (id)
- Title language
- Indonesian (id)
- Captions
- No
- Definition
- HD
- Format
- 2D
- License
- Standard YouTube
- Licensed content
- Yes
- Embeddable
- Yes
- Made for kids
- No
- Age-restricted
- No
- Paid promotion
- No
- Public stats
- Yes
Topics
- Vehicle
Title and description in 1 languages
- Indonesian
Description
Honda RC166: monster 250 cc dari era 1960-an. Pada era 1960-an, balap motor Grand Prix memberi ruang besar bagi para pabrikan untuk mengembangkan teknologi mesin. Honda memanfaatkannya dengan membuat RC166, motor kelas 250 cc dengan konfigurasi yang sangat tidak biasa: 6 silinder segaris, 7 percepatan, dan mesin yang mampu berputar hingga sekitar 18.000 rpm. Meski kapasitasnya hanya 250 cc, mesinnya mampu menghasilkan sekitar 60 tenaga kuda. Honda kemudian mendominasi kelas 250 cc. Perkembangan mesin multi-silinder seperti ini menjadi salah satu bagian dari era ketika para pabrikan berlomba mengejar performa melalui jumlah silinder, putaran mesin, dan teknologi. Regulasi Grand Prix kemudian diperketat. Untuk kelas 250 cc, jumlah silinder akhirnya dibatasi maksimal 2 silinder, sementara kelas 500 cc dibatasi maksimal 4 silinder. Artinya, RC166 menjadi salah satu contoh ekstrem dari sebuah era ketika kapasitas mesin kecil tidak berarti teknologinya sederhana. 📌 Konten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi. Spesifikasi dan sejarah disampaikan berdasarkan sumber sejarah yang tersedia. Perubahan regulasi balap merupakan proses yang dipengaruhi berbagai faktor dan tidak semata-mata disebabkan oleh satu motor. #HondaRC166 #HondaRacing #SejarahOtomotif #MotorKlasik #MenjadiTauShow all
Honda RC166: monster 250 cc dari era 1960-an. Pada era 1960-an, balap motor Grand Prix memberi ruang besar bagi para pabrikan untuk mengembangkan teknologi mesin. Honda memanfaatkannya dengan membuat RC166, motor kelas 250 cc dengan konfigurasi yang sangat tidak biasa: 6 silinder segaris, 7 percepatan, dan mesin yang mampu berputar hingga sekitar 18.000 rpm. Meski kapasitasnya hanya 250 cc, mesinnya mampu menghasilkan sekitar 60 tenaga kuda. Honda kemudian mendominasi kelas 250 cc. Perkembangan mesin multi-silinder seperti ini menjadi salah satu bagian dari era ketika para pabrikan berlomba mengejar performa melalui jumlah silinder, putaran mesin, dan teknologi. Regulasi Grand Prix kemudian diperketat. Untuk kelas 250 cc, jumlah silinder akhirnya dibatasi maksimal 2 silinder, sementara kelas 500 cc dibatasi maksimal 4 silinder. Artinya, RC166 menjadi salah satu contoh ekstrem dari sebuah era ketika kapasitas mesin kecil tidak berarti teknologinya sederhana. 📌 Konten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi. Spesifikasi dan sejarah disampaikan berdasarkan sumber sejarah yang tersedia. Perubahan regulasi balap merupakan proses yang dipengaruhi berbagai faktor dan tidak semata-mata disebabkan oleh satu motor. #HondaRC166 #HondaRacing #SejarahOtomotif #MotorKlasik #MenjadiTau
◆ Calculated by viralshooter · all other figures from the YouTube API